Marsda TNI (Purn) Haryantoyo : Dedy Yon Walikota Tegal Masih Muda, Peluang Capai Puncak Cita-Citanya Besar

INDONESIASATU.CO.ID:

Semarang. Menjadi Walikota nampaknya bukanlah sebuah akhir dari sebuah cita-cita. Apalagi menjadi Walikota pada usia sangat muda seperti H. Dedy Yon Supriyono yang menjadi Walikota pada usia 38 tahun.

“ Setidaknya mas Dedy perlu dua periode sebagai Walikota dan satu periode sebagai gubernur Jawa Tengah. Kurun waktu 15 tahun usianya baru 53. Itu usia yang relatif masih cukup muda dalam karir politik untuk mencapai posisi semisal sebagai Menteri. Bahkan bila perlu mencapai posisi puncak sebagai orang nomer satu atau presiden,” Demikian Marsda TNI (Purn) Haryantoyo Caleg nomer urut 1 dari partai Berkarya dapil 9 (Kota / Kabupaten Tegal dan Brebes) dalam sebuah perbincangannya dengan Kantor Berita Portal Indonesia Satu diruang lobi Karlita Hotel International Tegal, Jumat, (22/3).

Hal itu disampaikan sang Jenderal berkaitan atas pelantikan pasangan Walikota dan Wakil Walikota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono, SE, MM dan H. Muhammad Jumadi, ST,MM di gedung Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (23/3/2019).

Menurutnya, Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono penting untuk menjaga roda pemerintahan kota Tegal agar kepemimpinannya dapat terpelihara dengan baik hingga akhir jabatan. Sebab dalam hidup ini tidak ada yang sempurna apalagi dalam pengelolaan pemerintahan. Hampir semua pemerintahan tidak ada yang tidak mengalami kekurangan.

“ Beliau berdua (Dedy Yon – Jumadi, Red)  adalah termasuk orang-orang istimewa. Orang-orang pilihan yang punya aksesebilitas cukup baik sehingga terpilih menjadi Walikota Tegal. Sampaikan salam saya untuk beliau,” Ujar Haryantoyo.

Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota didasari pada Surat Keputusan Menteri dalam Negeri Nomor 131.33-73 tahun 2019 dan Nomor 132.33-72 tahun 2019 tentang Pengangkatan Walikota dan Wakil Walikoa yang dibacakan oleh gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo.

Dalam kesempatan tersebut Ganjar memberikan motivasi pada kedua pasangan tersebut dengan menyampaikan bahwa kota Tegal sudah memiliki indikator diatas rata-rata. Namun gubernur mengingatkan Walikota dan Wakil Walikota baru tersebut tentang pentingnya belajar dari pendahulunya.

“ Jangan sampai tersandung pada persoalan hukum,” ujra Ganjar Pranowo.

Hal senada juga disampaikan sang Jenderal bintang dua Marsda TNI (Purn) Haryantoyo. Menurutnya, sangat penting untuk menjaga stabilitas pemerintahannya agar tercipta kondusifitas kota.

“ Banyak hal yang dapat dijadikan pelajaran dari para pendahulunya terutama berkaitan dengan persoalan hukum,” ujarnya. Ucapan selamat kepada pasangan kepala daerah kota Tegal yang baru itu juga disampaikan baik melalui media ini maupun melalui karangan bunga.

“ Sampaikan ucapan selamat dan sukses bagi keduanya yang akan memimpin kota Tegal,” katanya sebelum berangkat melakukan serangkaian sosialisasi tentang teknis mekanisme pencoblosan pada pemilu yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019.

Haryantoyo sendiri nampaknya masih memegang teguh prinsip sapta marga sebagai mental prajurit meski dirinya sudah purnawirawan. Hal itu ditunjukan meski sebelumnya tidak pernah berkecimpung didunia politik, namun atas permintaan mantan atasannya untuk membantu partai Berkarya, dia laksanakan. Selain itu dirinya juga terinspirasi perjuangan Mahathir Muhammad yang usianya sudah 92 tahun tapi masih eksis didunia politik bahkan terpilih menjadi Perdana Menteri Malaysia.

Ketika ditanya orientasi apa yang akan dilakukan dalam meraih pencapaian selaku calon anggota legislatif atau Caleg, dia menguraikan pada dasarnya semua partai politik mempunyai ketaatan dalam aturan permainan yang tertuang dalam visi misi partai. Pola keinginan partai politik tersebut menurutnya tidak lepas dari 4 pilar kebangsaan, NKRI, Pancasila dan UUD 1945.

“ Hanya saja untuk partai Berkarya, selain apabila Berkarya Menang Rakyat Makmur, salah satu upaya kita tentunya untuk meneruskan perjuangan pak Harto yang relatif berhasil seperti program Trilogi Pembangunan dan salah satunya berefek pada swa sembada beras,” Ujar Haryantoyo yang pernah menjabat dengan jabatan PBU ATHAN di KBRI Teheran Iran selama 3,5 tahun.

Dirinya tetap optimis dalam pencalegan karena ada keyakinan yang sangat kuat tentang campur tangan Tuhan dalam setiap pergerakan hidup manusia.

“ Segala sesuatu kita percaya dan yakin pada konsep Tuhan. Mengawali dengan Basmalah, dan selanjutnya kita tawakal dengan kekuasaan Tuhan Kun Fayakun. Rejeki, jodoh dan nasib kalau dalam idiom Jawa koyo ayang-ayang dan semua hasil keputusannya kita perlu memiliki mental nrimo ing pandum,” Pungkasnya. (Anis Yahya)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita