I Made "Ariel" Suardana : Remisi Bagi Kasus Pembunuhan Jurnalis I Nyoman Susrama Harus Dicabut Februari Ini

INDONESIASATU.CO.ID:

DENPASAR - Polemik pemberian keringanan hukuman bagi napi kasus pembunuhan jurnalis I Nyoman Susrama mengusik ketenangan keluarga AA Gde Bagus Narendra Prabangsa dan orang-orang yang berjuang mengungkap kasus tersebut sepuluh tahun silam.

Mantan kuasa hukum Prabangsa dan kuasa hukum Solidaritas Jurnalist Bali (SJB) I Made "Ariel" Suardana ketika di konfirmasi Jurnalist Indonesia Satu Biro Bali Sabtu (2/1) di Kantor LABHI-BALI mengatakan hingga saat ini,kami masih menggunakan upaya mendorong proses perubahan Keppres remisi Susrama dengan cara-cara yang dibenarkan UU No 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat  di Muka Umum melalui penyampaian aspirasi .Dan juga sah menurut hukum.

"Perjuangan kawan-kawan aktifis dan jurnalis bersama pihak Prabangsa untuk membatalkan remisi Susrama dengan melakukan Aksi Damai di Kanwil Kemenkum HAM Bali",ujarnya.

"Dipastikan dalam minngu depan ini kami mengirimkan surat kepada Presiden RI Ir.H.Joko Widodo untuk membatalkan sendiri Keppresnya.Surat tersebut bersifat permintaan", imbuhnya.

"Kami akan mengirimkan surat juga kepada Menteri Hukum dan HAM yang isi suratnya ialah menangguhkan pelaksanaan Keppres 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Perubahan Pidana Seumur Hidup menjadi Pidana Penjara Sementara,khususnya untuk Susrama", tegasnya.

I Made Ariel Suardana SH.MH Direktur Lembaga Advokasi Bantuan Hukum (LABHI-BALI)  mengatakan sangat mungkin Menkum HAM bakal mencabut remisi Susrama karena dia sendiri akan gerah atas penolakan diseluruh penjuru tanah air. Kalau dia ingin reputasi dan kredibilitasnya aman, sebaiknya penuhi tuntutan rakyat.

"Kami memberikan batas akhir waktu, yaitu paling lambat akhir Februari 2019.Itu paling lambat. Jika Pemerintah masih bebal, kami pastikan seret mereka ke PTUN dan menjadikan mereka tergugat. Kami pastikan itu." pungkasnya.(GUN).

  • Whatsapp

Index Berita