Harapan Nyoman Dhamantra DPR-RI dari PDIP Dapil Bali ketika tidak Dikehendaki ke Senayan

INDONESIASATU.CO.ID:

Denpasar- Nyoman Dhamantra terpilih kembali menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP) mewakili Dapil Bali setelah memperoleh 70.590 suara.Nyoman Dhamantra adalah pengusaha besar di Bali dan menjabat sebagai Direktur Utama PT.Rims Energy Oil Company (perminyakan) dan Komisaris PT.Baruna Bahari Indonesia (perkapalan).

Nyoman Dhamantra juga adalah aktifis kebudayaan dan sangat prihatin terhadap tergerusnya kebudayaan nasional karena banyak masuknya kebudayaan-kebudayaan asing.Pada masa kerja 2014-2019 Nyoman Dhamantra duduk kembali di Komisi VI yang membidangi perindustrian,perdagangan,koperasi,investasi dan BUMN.

Nyoman Dhamantra adalah pencetus revisi UU Provinsi Bali.Pada tahun 2016 Nyoman Dhamantra mengirimkan  Surat terbuka kepada Presiden Jokowi mengenai Penolakan terhadap Reklamasi Teluk Benoa. Dhamantra mengaku ikut dalam deklarasi masyarakat adat karena merupakan bagian dari masyarakat desa adat Sumerta. Sehingga dalam perjuangannya itu sudah sepatutnya menjaga hak-hak tradisional warga desa adat.

DPP PDIP telah daftarkan 9 bakal Caleg DPR RI Dapil Bali untuk tarung di Pileg 2019 ke KPU RI di Jakarta,selasa lalu (17/7).Dalam daftar 9 kandidat tersebut,tidak tercantum nama incumbent Nyoman Dhamantra, PDIP sendiri targetkan 5 kursi DPR RI Dapil Bali dalam Pileg 2019 mendatang.

Ketika nama Nyoman Dhamantra disetor kepusat untuk diverifikasi Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri namanya gugur dan tidak di daftarkan ke KPU RI. Sedangkan 3 incumben DPR RI dari PDIP Dapil Bali lainnya lolos kembali tarung ke Senayan untuk Pileg 2019.

Nyoman Dhamantra mengatakan, " Saya serahkan kepada rakyat untuk menilai semua pengabdian saya, kalaupun saya tidak dikehendaki untuk ke senayan, harapan saya ada yang dapat meneruskan untuk memperjuangkan revisi undang-undang pembentukan provinsi Bali yang saya yakini harus di perjuangkan untuk menjadi pengaturan dan tata kelola yang baru,bebas dari kemiskinan ataupun peminggiran dan ramah terhadap alam, adat, tradisi,agama  dan budaya" , tegasnya ketika dikonfirmasi pada Rabu (25/7) Indonesia Satu melalui selular . (Adi Goenawan).

 

 

  • Whatsapp

Index Berita