5 Tahun Lebih I Wayan Gendo Suardana Berjuang Bersama ForBALI, Seakan Tak Dianggap Pemerintah

INDONESIASATU.CO.ID:

DENPASAR- I Wayan Gendo Suardana Koordinator Umum ForBALI kembali bersuara lantang. Dia mengaku tak habis pikir atas apa yang terjadi soal Teluk Benoa. Perjuangan empat tahun penuh liku menolak reklamasi Teluk Benoa seakan tak dianggap pemerintah. Padahal perjuangan ini tak hanya ihwal waktu, namun juga pertaruhan nyawa.

"Empat tahun bukan waktu yang singkat. Belum lagi setahun sebelumnya dari 2013, kami sudah bergerak mengadvokasi kasus ini," tegasnya, Sabtu (22/12) ketika di Konfirmasi Journalist Indonesia Satu Biro Bali.Teluk Benoa sejatinya berhasil dipertahankan dari upaya reklamasi lewat perjalanan panjang demonstrasi jalanan.

Aksi protes tak berkesudahan membuat izin lokasi yang diajukan investor tumbang atau telah kedaluwarsa pada Agustus lalu. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dikabarkan "diam-diam" telah mengeluarkan izin lokasi reklamasi Teluk Benoa untuk PT TWBI. Susi berdalih izin ini bisa diberikan kepada orang atau perusahaan semasih ada ketentuan hukum, dalam hal ini adalah Perpres Nomor 51 Tahun 2014. Namun bagi ForBALI, ini adalah izin yang dilawan bertahun-tahun oleh masyararakat.

"Dia (Susi) terbitkan izin lokasi, sama seperti izin lokasi yg dia perpanjang tahun 2016," ujarnya. Gendo menilai, mereka yang menganggap enteng izin lokasi reklamasi, sejatinya tidak tahu betapa beratnya melawan sesutu yang menjadi dasar AMDAL terhadap mega proyek reklamasi tersebut. "Saat kami berjuang, terus menteri Susi ngapain? Padahal kan dia anak buah Presiden Joko Widodo yang berjanji berhenti memunggungi laut. Nyatanya, tidak ada kedengaran tindakan dia untuk aktif selamatkan Teluk Benoa dari investasi semisal menyampaikan ke presiden agar mencabut Perpres Nomor 51 Tahun 2014," pungkasnya.(GUN)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita