300 Krama Terlibat Dalam Pengusungan Bade Penglingsir Puri Blahbatuh Setinggi 24 Meter Seberat 15 Ton

INDONESIASATU.CO.ID:

GIANYAR  –  Palebon pengelingsir Puri Blahbatuh, Ida I Gusti Ngurah Djelantik SH,.XXIV  telah digelar pada Anggara Paing Sungsang, (18/12) hari ini. Selama prosesi ini PLN Persero Rayon Gianyar akan dilakukan pemadaman listrik, untuk menfantisipasi konsleting pada kabel PLN mengingat karena jalurc yang dilewati Bade terdapat sejumlah kabel melintang, sehingga harus diputus sementara waktu.

Sejumlah petugas juga sudah membersihkan sepanjang jalur yang akan dilintasi bade seberat 15 ton tersebut."Pemadaman akan dilakukan mulai pukul 08.00 wita atau pukul 09.00 wita. Pemadaman akan berlangsung sampai dengan pukul 16.00 WITA,” kata Anggoro Fajar Ganda Jati Mabager Area PLN Rayon Gianyar ketika di konfirmasi Jurnalist Indonesia Satu Biro Bali.

Anggoro Ganda Jati memaparkan areal yang mendapat giliran pemadaman listrik yakni sepanjang Jalan Udayana, Pasar Blahbatuh ke arah timur, pasar Blahbatuh ke barat sampai di Setra Ageng Blahbatuh, Pasar Blahbatuh ke arah selatan sampai Banjar Pande, dan Komplek Pasar Sengol dengan SMAN 1 Blahbatuh. Pihaknya pun memohon permakluman dari para pelanggan PLN. “Mohon dimaklumi, setelah plebon berlangsung listrik akan kembali normal,” jelasnya.

Sejumlah petugas PLN tampak sedang bekerja merapikan kabel-kabel yang melintang di jalur yang akan dilalui iringan bade dan lembu. Bahkan sebuah tiang besi berpondasi beton yang awalnya dibangun di tengah jalan raya, kini diratakan dengan tanah. Sebelumnya Kanit Regiden Polres Gianyar Ipda Untung Laksono, menerangkan terkait pemakaian jalur utama di Desa Blahbatuh menuju Setra Agung Blahbatuh. Penggunaan jalur tersebut untuk prosesi palebon ini akan berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 15.00 wita.

“Jadi selama itu akan dilakukan penutupan arus, pengguna jalan diimbau untuk tidak melewati jalur tersebut karena akan ditutup untuk umum, kecuali tamu undangan dan pelayat serta penghuni,” terangnya. Dikatakan, perubahan arus lalu lintas, meliputi Jalur dari Gianyar menuju Denpasar melalui Semabaung dialihkan ke barat, selanjutnya jalur melintasi Jalan Dharma Giri dilatihkan ke utara lewat Semabaung. Selain itu, jalur dari Gianyar menuju Denpasar melalui Bona dialihkan ke selatan. Baca juga: Menjelang Pelebon di Puri Ubud, Bade Setinggi 25 Meter, Libatkan Sepuluh Desa Pakraman Sebaliknya jalur dari Denpasar menuju Gianyar melewati Sukawati dialihkan ke Utara lewat Teges Ubud.

Sementara yang melintas hingga Kemenuh diarahkan menuju Utara melewati Banjar Tengkulak. “Kami himbau masyarakat engguna jalan untuk mematuhi pengalihan arus lalin ini, demi kelancaran pelaksanaan palebon di Puri Blahbatuh,” jelasnya. Sementara sesuai dudonan karya, memasuki puncak palebon pada Anggara Paing Sungsang (18/12) hari ini,  diawali dengan masudha bumi di areal setra Blahbatuh, mlaspas pakoleman di perempatan Agung Blahbatuh dengan dipuput Ida Pedanda Putu Gunung.

Hingga memasuki Selasa siang dilaksanakan prosesi palebon dengan mengusung jenazah menggunakan bade setinggi 24 meter menuju setra blahbatuh. Usai prosesi tersebut, langsung dirangkai dengan dengan upacara nganyut ke Pantai Saba. Sementara pengerjaan bade sudah rampung 100 persen. Uniknya bade ini tidak menggunakan tumpang.

“Bade ini tidak pakai tumpang, karena padma negara, seperti padmasana tapi mekereb,” ucap Putra almarhum, A.A Ngurah Kakarsana. Diungkapkan saat hari H, Bade dengan bobot sekitar 15 ton ini akan diusung dari Puri Blahbatuh ke menuju Setra Blahbatuh. Mengusung Bade itu akan dibagi dalam 10 etape. Nah untuk satu kali etape akan diusung oleh 300 krama. ” Sehingga akan ada sekitar 3000 Krama yang ikut mengusung Bade menuju Setra Ageng Blahbatuh, ” tegasnya.

3000 Krama ini berasal dari 12 Banjar, delapan banjar diantaranya ada di Desa Blahbatuh, sementara sisanya seperti banajr Blangsinga, Bona dan lainya. ” Selain Bade Krama juga akan dibagi dalam mengusung lembu menuju setra, ” pungkasnya.(GUN/SUANDANA)

  • Whatsapp

Index Berita